Skip to content

Sparks fly over theory that volcano caused salmon boom

November 8, 2011
Gunung Kasatochi

Letusan Gunung Kasatochi pada tahun 2008 dikaitkan dengan membengkaknya populasi ikan salem dalam jumlah yang tak terduga, di perairan sungai-sungai Kanada tahun ini. Foto oleh J. Morris/AVO/USGS

Letusan Gunung Berapi Diduga Melatarbelakangi Merebaknya Populasi Ikan Salem Merah

Letusan Gunung Kasatochi pada tahun 2008 dikaitkan dengan ledakan populasi ikan salem, dalam jumlah yang tak terduga, di sungai-sungai Kanada tahun ini.

Mungkinkah abu vulkanis telah menjadi asupan yang telah memulihkan angka populasi ikan salem?

Diterjemahkan dari tulisan Nicola Jones di Nature.com, ‎ 29/10/2010

Letusan gunung api pada tahun 2008, di sebuah pulau di wilayahAlaska, dispekulasikan sebagai penyebab ledakan populasi ikan salem di perairan sungai di wilayah Kolumbia Inggris, Kanada. Hipotesa tersebut membantu para pakar biologi memahami latar belakang munculnya kafilah ikan salem dalam jumlah yang sangat menakjubkan, serta merangsang usulan kontroversial yang bermaksud untuk memasok laut dengan zat besi, guna meningkatkan jumlah ikan yang menurun.  Namun, beberapa ilmuwan riset memperingatkan bahwa hal ini belum sepenuhnya difahami.

Ikan salem merah yang angka populasinya menurun drastis pada tahun 2009, secara misterius, tahun ini, muncul di perairan Sungai Fraser, daerah Kolumbia Inggris, dalam jumlah sangat banyak (lihat ‘Canada sees shock salmon glut’, ‘Banjir populasi salem mengejutkan Kanada’).  Tim Parsons, anggota kehormatan para ilmuwan di Institut Ilmu-ilmu Kelautan di Sidney, Kanada, berpendapat, zat besi yang terkandung dalam abu letusan gunung api di Pulau Kasatochi memicu pertumbuhan fitoplankton, yang menjadi asupan tidak langsung bagi ikan salem.  Parapakar perikanan antusias dengan penuturan Parsons, ilmuwan yang namanya diabadikan pemerintah pada medali penghargaan bidang ilmu-ilmu kelautan.  Mereka kian berminat pada riset-riset untuk menguji teori tersebut. Menurut penjelasan Carl Walters, seorang pakar dari Pusat Perikanan Universitas British Columbia di Vancouver, hipotesa ini setara dengan teori lain mana pun yang ada saat ini.

Menurut David Welch dari Kintama Research Corporation, suatu badan konsultan sains kelautan diNanaimo,British Columbia, ada sebuah cara untuk menguji teori Parsons. Sirip ikan-ikansalem, yang tahun ini bermigrasi lewat sungai perlu dicermati, apakah menampakkan kejutan pertumbuhan yang tidak lazim pada musim dingin tahun 2008.  “Pada [sirip-sirip]salemterdapat cincin-cincin pertumbuhan sebagaimana yang dimiliki pohon,” tutur Welch.  “[Bagian ikansalemtersebut] merupakan obyek pengujian yang tepat dan sederhana untuk hal (teori) ini.”  Menurut Walters, cara tersebut dapat ditempuh namun dia tidak yakin terhadap kebergunaan hasilnya.

Asupan abu vulkanis

Ide Parsons bersandar pada suatu tulisan di Geophysical Research Letters yang dibuat Roberta Hamme dari UniversitasVictoria,British Columbia(1). Tulisan tersebut menghubungkan letusan Gunung Kasatochi di Kepulauan Alusia, yang terjadi antara tanggal 7 dan 8 Agustus 2008, dengan pertumbuhan fitoplankton yang pesat pada akhir bulan itu. Walau letusan itu tidak begitu besar, badai menyebarkan abunya hingga menjangkau luasan wilayah yang besar. Pertumbuhan yang terjadi merupakan yang terbesar dalam 12 tahun terakhir karena terlihat pada wilayah perairan laut seluas 1,5 hingga 2 juta kilometer per segi dan, menurut Hamme, hal seperti itu belum pernah teramati.

Sebagaimana telah lama diketahui, pertumbuhan fitoplankton di Pasifik Utara tergantung pada kandungan zat besi dalam air. Badai debu dari gurun-gurun di Asia menambah kandungan tersebut dan gunung-gunung api pun belakangan ini dianggap sebagai sumber yang utama (2,3). Tulisan Roberta Hamme itu menjelaskan keterkaitan yang ada. Pertanyaannya adalah, apakah benar ledakan gunung api dapat membawa dampak tertentu pada populasi ikansalem.

Ikan tersebut tidak mengkonsumsi fitoplankton melainkan zooplankton dan ikan-ikan kecil; kedua kelompok inilah yang mengkonsumsi fitoplankton. Menurut Welch, karena reproduksi zooplankton memakan waktu berbulan-bulan, bahkan sampai setahun, pasokan besar makanan selama 3-4 minggu tidak sampai memungkinkan pertambahan jumlah mereka sebagaimana telah teramati. Hamme memang mengatakan bahwa terdapat zooplankton dalam kumpulan-kumpulan yang besar di permukaan laut pada bulan Agustus dan September 2008, namun tidak sebanyak pada awal musim panas, yaitu sebelum gunung api yang tersebut di atas meletus.

Ikan-ikan salem, yang pada musim panas itu berusaha masuk British Columbia kembali, tentunya berada di Teluk Alaska pada musim dingin atau awal musim semi tahun 2008, di mana makanan sedang tersedia dalam tingkatan jumlah yang merebak tinggi. Tetapi, Randall Peterman dari Universitas Simon Fraser di Burnaby, Kanada, telah mengamati 18 populasi salem lain yang sedang melewatkan musim dingin di Teluk Alaska pada tahun 2008 dan hanya melihat tiga kelompok yang tingkat arus baliknya di luar kelaziman. “Faktor-faktor apa pun yang telah memungkinkan hal tersebut seharusnya dapat ditemukan di lokasi-lokasi di mana ikan-ikansalemmerah itu berada di perairan Sungai Fraser,” kata Peterman, yang juga menegaskan bahwa situasi yang demikian sangat tidak riil walau kemungkinannya tetap ada. “Besarnya arus balik di Sungai Fraser pada tahun ini lebih dimungkinkan oleh suatu faktor yang berada tidak jauh dari pantai Kolumbia Inggris,” katanya.

Tapi, Carl Walters mengingatkan bahwa arus balik besar ikan-ikansalemyang terakhir terjadi pada tahun 1958, yaitu dua tahun setelah suatu letusan vulkanik besar diKamchatkaPeninsula. Dengan adanya fenomena itu, teori abu vulkanis menjadi logis baginya.

Efek yang mendunia?

Jika gunung api diAlaska memang telah menyebabkan ledakan populasi ikan salem, hal itu dapat terjadi di tempat lain pula. Namun, hipotesa tersebut berlaku kalau satu rantai peristiwa sudah terjadi. Kandungan besi dalam abu gunung berapi itu harus besar dan menghujani Lautan Pasifik bagian utara dan ekuator, atau selatan, di mana diperkirakan kandungan zat besinya sedikit.  Kejadian letusannya harus pada musim semi atau musim panas, di kala pertumbuhan fitoplankton tidak terhalang oleh keterbatasan sinar matahari, serta merangsang pertumbuhan zooplankton lebih banyak dari pada ganggang.  Ikan-ikan salempun harus berada di wilayah terkait pada masa terpenting pertumbuhan mereka.

Semua faktor ini menginspirasi orang kepada tindakan untuk pembibitan laut dengan zat besi untuk merangsang perkembangan jumlah ikan.  Beberapa perusahaan yang dibentuk dengan agenda tersebut, dalam rangka menanggulangi dampak perubahan iklim, mengkampanyekan dampak-dampak positif tersebut terhadap umpan ikan.  Tapi Carl Walters menolak ide tersebut dengan tegas.  “Sejauh pengalaman kami dalam hal fertilisasi, hal itu malah akan menyuburkan organisme yang tidak diinginkan.  Secara umum, merupakan hal yang amat berbahaya.”

Perdana Menteri Kanada telah menginstruksikan untuk diadakannya suatu tim investigasi (http://www.cohencommission.ca/en/) guna mengadakan penyelidikan terhadap apa yang sebenarnya terjadi pada populasi ikan salem dan mengapa perkiraan-perkiraan terhadap migrasi balik ikan salem di British Columbia tersebut telah demikian meleset pada tahun-tahun belakangan ini, khususnya pada tahun 2009.  Tim ini sedang mempelajari apakah ledakan populasi ikan salem merah pada 2010 merupakan suatu pertanda positif atau sekedar suatu kebetulan yang dilatarbelakangi oleh peristiwa vulkanik atau sebab lainnya.

Sumber:
http://www.nature.com/news/2010/101029/full/news.2010.572.html

Terkait:
http://www.nature.com/news/2010/100903/full/news.2010.449.html
http://www.cohencommission.ca/en/
http://www.nature.com/news/author/Nicola+Jones/index.html

Penterjemah:
Nashrun, nashruna@yahoo.com, Notes Bytranslator
http://www.facebook.com/home.php#!/note.php?note_id=176639992347634

Advertisements

From → Iptek

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s